Site Loader

A. SOIL INVESTIGATION / PENYELIDIKAN TANAH

1. SONDIR 2,5 TON, 5 TON dan 10 TON

Pengujian Sondir / CPT (Cone Penetration Test) merupakan pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Nilai –nilai tahanan kerucut statis atau tahanan konus (qc) yang diperoleh dari pengujian, dapat digunakan untuk menghitung kapasitas dukung fondasi dangkal atau fondasi tiang.

2. BORING MESIN (DRILLING)

Driling untuk kegiatan geoteknik, untuk perolehan data geologi, eksplorasi air tanah, lubang pipa air PDAM, kabel listrik PLN dll, dengan metode  Rotary Open Hole Drilling maupun Rotary Core Drilling dengan berbagai diameter. Selain pekerjaan drilling pada pekerjaan Geoteknik ada pengujian Pengambilan Sample (UDS), Pengujian N-SPT (standart penetration test) dan monitoring muka air tanah.

3. CBR LAPANGAN DAN SAND CONE

Pengujian CBR (California Bearing Ratio) lapangan, merupakan uji kepadatan tanah dengan perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.

Pengujian Sand Cone untuk memeriksa kepadatan lapisan tanah atau lapisan perkerasan yang telah dipadatkan. Pada pengujian sand cone hanya berlaku pada ukuran butiran tanah/batuan dengan diameter tidak lebih dari 5 cm.

4. SOIL LABORATORIUM TEST

Selain melakukan pengujian penyelidikan tanah di lapangan yang telah di dapatkan, maka kami juga melakukan pengujian tanah yang didapatkan pada pengujian di lapangan untuk mengetahui nilai soil properties dan soil engineering yang diperuntukan dalam proses desain maupun pelaksanaan.

B. PONDASI (PILE FOUNDATION) AND TESTING

1. BORED PILE WASH BORING & DRY BORING

Pondasi bored pile merupakan jenis pondasi dalam berbentuk silinder atau tabung yang berfungsi untuk meneruskan beban struktur diatasnya ke dasar lapisan tanah yang mempunyai daya dukung tanah yang baik. Banyak jenis alat dan metode yang digunakan untuk pembuatan pondasi bored pile salah satunya adalah alat bored pile type telescopic crawler, minicrane, type gawangan. Adapun metode pekerjaan bored pile ada 2 (dua) cara yaitu bor kering dan bor basah. Perusahaan kami mengerjakan Bored Pile dari diameter 40 cm s/d 120 cm.

2. STROUS PILE & MINI PILE

Pekerjaan Strauss pile berbeda karena harus menggunakan tenaga manual untuk memutar mata bornya. Metode ini menggunakan metode bor pile kering atau dry boring. Alat bor pile ini lebih praktis karena komponennya simpel, ringkas dan mudah dioperasikan serta  tidak bising saat pengerjaan. Dengan menggunakan tenaga manual / manusia, maka pekerjaan Strous pile mempunyai keterbatasan pilihan diameter hanya mampu dengan diameter 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 40 cm.

Pekerjaan Mini Pile merupakan tiang yang digunakan untuk penyangga pondasi bangunan gedung, jembatan, dermaga, dolken dan lain sebagainya. Bentuk penampang mini pile biasanya kotak dan segitiga dengan variasi penampang 0,2 x 0,2m sampai dengan 0,4 x 0,4m dengan variasi panjang antara 3m sampai dengan 9m.

3. PDA TEST, HAMMER AND CRANE

Pile Driving Analyzer (PDA) adalah sistem yang paling banyak digunakan untuk pengujian beban secara Dinamik uintuk mendapatkan nilai kapasitas beberapa tiang dalam satu hari. PDA juga mengevaluasi keutuhan tiang dan menyelidiki tegangan dan energy palu / hammer selama instalasi tiang. Selain pengujian tiang PDA Test kami juga menyewakan Hammer (Palu) dan Mini Crane sebagai bagian dalam pengujian PDA khusunya pengujian PDA pada tiang Bored Pile.

C. SHOTCRETE (BETON TEMBAK)

Menurut American Concrete Institute (ACI), Shotcrete dapat didefinisikan sebagai mortar atau beton yang diberikan tekanan dengan kecepatan tinggi. Komponennya campurannya terdiri atas semen, pasir, agregat, air, dan tambahan admixtures.

Dewasa ini shotcrete telah digunakan secara luas, baik dry mix maupun wet mix, bahkan menjadi pilihan tunggal bagi konstruksi-konstruksi tertentu seperti terowongan, dinding penahan tanah. Metoda shotcrete mempunyai prospek yang baik mengingat banyaknya proyek konstruksi yang akan dibangun dengan mengingat kondisi topografi Indonesia yang bergunung-gunung. Perbedaan shotcrete dengan beton normal dapat dilihat dari 3 hal :

  1. Ukuran agregat maksimum yang digunakan.
  2. Proses pelaksanaan nya
  3. Campuran dari shotcrete bisa kering atau basah.

Mengenai terminologi kita dapat menjelaskan Gunite sebagai mortar yang disemprotkan sementara Shotcrete sebagai beton yang disemprotkan. Gunite adalah campuran antara semen dengan partikel/aggregat ukuran diameter yang dibatasi sampai 8mm. Sedangkan untuk Shotcrete penggunaan maksimum diameter aggregat adalah 16 mm. Namun, dalam 10 tahun terakhir ada kecenderungan untuk membatasi maksimal ukuran agregat sampai 10 mm.

SHOTCRETE sendiri dibagi menjadi dua metode, yaitu :

  1. Wet Shotcrete

salah satu system shotcrete dimana pencampuran semen, pasir, dan air dilakukan sebelum masuk ke pompa atau mesin, dan ditambahkan tekanan angin dari compressor untuk memberikan kecepatan tinggi untuk penempatan material pada permukaan sasaran.

  1. Dry Shotcrete

dimana material pasir dan semen tercampur dalam kondisi kering, kemudian masuk kedalam mesin. Dengan bantuan tekanan compresor material keluar lewat Nozle dan baru tercampur air.

D. GROUTING (INJEKSI)

1. SOIL GROUTING (TANAH / PONDASI) DAN STRUCTURE GROUTING

Grouting adalah merupakan pekerjaan masukan bahan yang masih dalam keadaan cair untuk perbaikan tanah, maupun beton dengan cara tekanan, sehingga bahan tersebut akan mengisi semua retak-retak dan lubang-lubang, kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan tanah maupun beton yang ada.

Selain itu grouting juga metode untuk mengisi rongga struktur beton yang kropos dan penambahan coran akibat pengecoran tidak sempurna, Mortar fillet ( Pinggulan sudut ) untuk pondasi mesin, sebagai dudukan mesin ,dudukan bearing pondasi jembatan, pembuatan beton pra cetak, penutup retak yang besar, tentunya semen Grouting siap pakai yang mempunyai karakteristik tidak susut dan dapat mengalir sangat baik, memenuhi persyaratan standar corps of engineering CDR C-621 dan ASTM C-1107.

Teknologi grouting bukanlah barang baru, grouting sudah ada sejak tahun 1800-an dan bahkan sebelumnya. Grouting awalnya hanya digunakan untuk mengontrol aliran air, tetapi sekarang telah meluas dan aplikasinya tidak terbatas, diantaranya adalah digunakan untuk:

  • Mengurangi aliran atau rembesan air
  • Meningkatkan daya dukung tanah/batuan
  • Pemadatan (mengisi rongga dan celah/rekahan pada tanah/batuan), dan 
  • Memperbaiki kerusakan struktur.

Menurut James Warner (2005), tipe – tipe sementasi (grouting) berdasarkan tujuannya dapat dibedakan menjadi enam (6) jenis, yaitu:

  1. Sementasi penembusan (permeation grouting)
  2. Sementasi pemadatan (compaction grouting)
  3. Sementasi rekahan (fracture/claquage grouting)
  4. Sementasi campuran/jet (mixing/jet grouting)
  5. Sementasi isi (fill grouting) dan 
  6. Sementasi vakum (vacuum grouting)

Sedangkan menurut Soedibyo (1993), tipe sementasi (grouting) berdasarkan bahan yang digunakan ada 3 tipe, yaitu:

  1. Injeksi bahan kimia
  2. Injeksi sistem Soletanche dan 
  3. Injeksi dengan semen.

2. CAMPURAN GROUTING (BAHAN GROUTING)

Bahan grouting yang digunakan dalam pekerjaan grouting dapat berupa material suspense dan atau kimiawi. Material suspensi yang umum dipakai adalah semen dan bila perlu dipakai bahan tambahan berupa bentonit atau bahan sejenis. Air sebagai bahan cairan yang dipakai sebagai pencampur semen, harus bebas dari kandungan lumpur, bahan organik dan unsur lain yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas campuran. Sedangkan bahan semen yang digunakan adalah Portland Cement (PC), tipe I yang tidak mengandung bahan lain dan memenuhi syarat yang ditentukan dalam SII – 3 – 1981.

Perbandingan bahan grout untuk cement milk, ditentukan berdasarkan tujuan dari grouting tersebut dan kondisi batuan yang juga akan berubah menurut besarnya penyerapan grouting. Perbandingan campuran semen yang sering dipakai untuk pekerjaan grouting ini adalah C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. Untuk retakan yang relatif besar dipakai C : B= 1 : 0,5, dan bahkan kadang – kadang dipakai mortar (campuran semen dan pasir).

Pada umumnya proporsi campuran dimulai dari C : W = 1 : 10 atau 1 : 8. Apabila grouting memperlihatkan penyerapan grout yang lebih besar dari 30 liter per menit dan berlangsung selama 20 menit maka campuran dikentalkan secara berangsur. Namun sebaliknya apabila tekanan ijneksi naik tiba – tiba atau jumlah volume grout masuk turun sangat banyak maka campuran diubah menjadi lebih encer.

3. GROUTING SEMEN

Grouting semen adalah grouting semen yang merupakan campuran antara air dan semen dengan perbandingan C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. Perubahan dari campuran semen dan air ini sangat tergantung kepada permeabilitas batuan dan kondisi batuannya sendiri.

Pada grouting semen ini kadang kala dilakukan tambahan bahan grout berupa tanah lempung atau pasir halus yang dilakukan sesuai dengan kondisi batuan yang menempati lokasi rencana bendungan (apabila membangun bendungan). Informasi sifat fisik dan teknik dari tanah / batuan mempunyai arti yang sangat penting yang perlu diketahui terutama bila grouting akan dipertimbangkan sebagai bagian dari perbaikan pondasi bendungan atau dari penggalian terowongan.

Penentuan permeabilitas dan porositas tanah akan dapat membantu dimana permeabilitas akan mengontrol kemampuan grouting dan jenis bahan grout yang akan digunakan. Sedangkan porositas tanah menentukan jumlah bahan grout yang diperlukan dan hal ini akan berkaitan dengan besarnya biaya pekerjaan.

4. GROUTING STRUCTURE

Pekerjaan grouting pada struktur beton merupakan salah satu metode perbaikan struktur beton yang biasanya diaplikasikan pada balok, kolom maupun pelat yang menggalami keretakan. Adapun metode perbaikan grouting tersebut dengan memasukan material berjenis epoxy (kimia) dengan alat atau mesin tertentu dengan kapasitas tekanan (pressure) yang bisa diatur, adapun kuat jenis material grouting struktur adalah yang mempunyai kekuatan lebih besar (kuat) dari pada kuat beton itu sendiri.

E. KARBON, KEVLAR, & E-GLASS APPLICATION

Pekerjaan pemsangan serat karbon, Kevlar atau E-glass merupakan salah satu alternative pekerjaan pada struktur sebagai perkuatan struktur bangunan gedung / atau bangunan lainnya. CFRP adalah serat karbon yang didefinisikan sebagai serat yang mengandung setidaknya 90% berat karbon. Serat karbon tidak menunjukkan korosi atau pecah pada suhu kamar. Fungsi perkuatan dengan system CFRP adalah untuk meningkatkan kekuatan atau memberikan peningkatan kapasitas lentur, geser, axial dan daktilitas. Cara pemasangan CFRP adalah dengan melilitkannya mengelilingi permukaan perimeter elemen struktur yang diperkuat dengan menggunakan perekat epoxy resin. Sistem kerjanya sama dengan tulangan transversal konvensional. (Karmila,Agoes,Tavio,2013).

F. WATERPROOFING APPLICATION

Waterproofing adalah proses membuat objek atau struktur tahan air atau tahan air sehingga relatif tidak terpengaruh oleh air atau menahan masuknya air dalam kondisi tertentu pada bangunan yang dapat merusak struktur tersebut. Adapun pekerjaan waterproofing ada beberapa type yaitu dengan coating dan membrane.

  • COATING & SPRAY APPLICATION yaitu Waterproofing coating merupakan perlindungan rembesan dengan menggunakan bahan polimer berbentuk bahan cat untuk menutup permukaan struktur yang dilindungi. Umumnya digunakan untuk perlindungan dinding, bak, tanki dan juga dapat dipergunakan untuk perlindungan terhadap permukaan kayu. Untuk permukaan luas dan perlindungan yang lebih kuat dapat menggabungkan dengan bahan polyester pada permukaan yang dilindungi.
  • MEMBRANE BAKAR Membran merupakan tipe Waterproofing yang pertama kali dikembangkan. Produk ini dapat berfungsi Waterproof jika aplikasi produk tidak terdapat kelalaian. Perlindungan ini menggunakan membran atau lembaran yang terbuat dari karet terhadap permukaan struktur. Biasanya dipergunakan untuk struktur dak atau atap beton. Lembaran membran di susun sesuai dengan keperluan seluruh permukaan struktur yang dilindungi. Waterproofing dengan jenis membran terbuat dari bahan monomer kimia, etilena, propilena yang dicampur dengan bahan karet. 

Di bawah ini beberapa keterangan mengenai produk Membran : 

  • Membran membutuhkan perawatan yang lebih rumit karena rentan terhadap kerusakan sewaktu aplikasi atau pun sesudah terpasang 
  • Aplikasi / pemasangan membran membutuhkan waktu, sehingga mempengaruhi waktu selesainya proyek serta biaya operasional yang dikeluarkan. 
  • Umur membran hanya bertahan sekitar 10 sampai 15 tahun, setelah itu perlu penggantian secara berkala. Jika Membran diaplikasi di atap, podium atau watertank mungkin masih bisa diganti setiap 10 atau 15 tahun, tetapi hal tersebut tidak dapat dilakukan jika membran digunakan di basement. 
  • Jika ada retak pada beton dan ada sedikit lubang atau kerusakan pada membran, perbaikan akan sangat sulit dilakukan. Jika membran di atap atau Watertank permukaan screed dapat dibongkar untuk melakukan repair, tetapi jika di basement hal ini tidak dapat dilkukan karena berada di bawah slab beton dan sumber bocor akan sangat sulit ditemukan, sehingga tidak dapat menyumbat langsung di sumber kebocoran.

G. DEEP WELL (SUMUR DALAM)

Pekerjaan sumur bor dalam digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam suatu aktifitas setiap hari baik untuk rumah tangga maupun industri. Pekerjaan sumur bor dilakukan mencapai pada kedalaman yang sudah ditentukan dengan kedalaman tertentu dengan daerah kedalaman yang mengandung akuifer (kandungan air) yang cukup besar. Kedalaman sumur bor dalam yang biasa kami lakukan mencapai kedalaman 200 meter dengan ukuran diameter tertentu maksimal 12″. Untuk pekerjaan sumur dalam sama seperti pekerjaan pengeboran yang umum lainnya.

deep well1

H. SEWA ALAT DAN MESIN

DAFTAR ALAT DAN MESIN

No.

Nama Alat dan Mesin

Kondisi / Tahun

Jumlah

1.

Mesin Bored Pile Telescopic Merk CHTC

Baik / 2012

1

2.

Mesin Bored Pile Type Gawang

Baik / 2012-2018

6

3.

Mesin Bored Pile Type Menara

Baik / 2015-2018

3

4.

Mesin Bor Sumur Dalam (Deep Well)

Baik / 2012-2015

3

5.

Mesin Bor Geoteknik Merk KOKEN KSK

Baik / 2015

2

6.

Mesin Bor Geoteknik Merk XY-1

Baik / 2017

1

7.

Mesin Bor Geoteknik Merk Koken Spinder

Baik  / 2012

1

8.

Mesin Sondir Kap. 2,5 Ton

Baik / 2012

1

9.

Mesin Sondir Kap 5 Ton

Baik / 2012

1

10.

Mesin Sondir Kap 10 Ton

Baik / 2012

1

11.

Mesin Shotcrete Merk Turbosol

Baik / 2012

2

12.

Mesin Shotcrete Merk Risencrete

Baik / 2018

2

13.

Mesin Grouting Merk Kawa

Baik / 2014 – 2016

2

14.

Mesin Shotcrete / Grouting Risencrete

Baik / 2015

2

15.

Mesin Grouting Merk Nawiwa

Baik / 2018

1

16.

Mesin Grouting Merk Koken

Baik / 2018

2

17.

Mesin Grouting Merk FMC

Baik / 2018

1

18.

Mesin Aqitator Grouting

Baik / 2016

3

19.

Mesin Grouting Merk SC120

Baik / 2012

1

20.

Mesin Mixer Grouting

Baik / 2014-2018

3

21.

Mesin Generator 38 Kva Merk Firman

Baik / 2012

1

22.

Mesin Generator 20 KW

 Baik / 2012

3

23.

Mesin Genarator 15 KW

Baik / 2012-2014

4

24.

Mesin Genarotor 10 Kva Merk Firman

Baik / 2015

2

25.

Mesin Genarator 2 Kva Merk Krisbow

Baik / 2018

1

26.

Mesin Kompresor Airman 625CFM

Baik / 2010

1

27.

Mesin Kompresor SullAir ±275CFM

Baik / 2012

1

28.

Mesin Kompresor Merk Panther 20 HP

Baik / 2016

1

29.

Mesin Kompresor 5 HP

Baik / 2016

2

30.

Mesin Kompresor 2 HP

Baik / 2016

2

31.

Mesin Kompresor 1,5 HP

Baik / 2016

1

32.

Mesin Kompresor 1 HP

Baik / 2014

1

33.

Mesin Kompresor 0,75 HP

Baik / 2014

1

34.

Alat Soil Reistivity / Geolistrik Nawiwa

Baik / 2016

2

35.

Alat CBR Test

Baik / 2018

1

36.

Alat Sand Cone Test

Baik / 2018

1

37.

Alat Bearing Capacity Test

Baik / 2018

1

38.

Alat Uji Direct shear Test

Baik / 2012-2016

2

39.

Alat Uji Konsolidasi Test

Baik / 2012-2016

2

40.

Mesin Coring (Core Dril) Merk Krisbow

Baik / 2012-2017

3

41.

Mesin Coring (Coring) Merk Hilti

Baik / 2017

1

42.

Mesin Hand Mixer Merk Krisbow

Baik / 2016-2018

2

43.

Mesin Hand Mixer Merk Makita

Baik / 2012

2

44.

Mesin Las Kawat 26 – 42

Baik / 2012-2018

5

45.

Mesin Blender + Oksigen, tools

Baik / 2012-2018

2

46.

Mesin Gerinda Potong Besar Merk Krisbow

Baik / 2015

2

47.

Mesin Gerinda Potong Besar Merk Bosch

Baik / 2015

3

48.

Mesin Gerinda Potong Besar Merk Hitachi

Baik / 2015

4

49.

Mesin Bubut Merk Krisbow

Baik / 2012

1

50.

Mesin Bor Duduk Merk West Lake

Baik / 2012-2014

2

51.

Mesin Bor Tangan Merk Bosch

Baik / 2012-2016

5

52.

Mesin Bor Merk Maktec

Baik / 2012-2016

5

53.

Alat Theodolite South ET02

Baik / 2015

1

54.

Alat Waterpass TopCon

Baik / 2015

1

55.

Tools, dll

 

 

1
Hallo👋
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by

Call Now